Sejarah pembangunan ka’bah

Ka’bah adalah sebuah bangunan yang memiliki perjalanan sejarah yang teramat panjang. Ada beberapa riwayat yang mengungkap misteri keberadaan bangunan yang istimewa ini. Setidaknya ada empat riwayat perihal sejarah Ka’bah di Mekah

Siapa yang membangun ka’bah pertama kali ?

1. Ka’bah dibangun oleh para malaikat.

Dalam tarikh Mekkah Al Musyarrofah, imam Ibnu Adh-Dhiya meriwayatkan dari Ali bin al-husain, bahwa ia telah ditanya tentang awal mula thawaf. Beliau menjawab bahwa awal mula tawaf mengelilingi Baitullah adalah ketika para malaikat bertobat memohon ampun kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala atas pernyataan keberatan mereka atas rencana Allah menciptakan manusia dimuka bumi. (dijelaskan dalam surah al-baqarah ayat 30)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjawab keberatan para malaikat dengan Firman:
” sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”, para malaikat berhimpun di Arsy seraya mengangkat kepala dan jari-jemarinya yang mengisyaratkan ketundukan dan rasa takut akan murka Allah.

Lalu mereka mengelilingi Arsy sebanyak 3 kali (beberapa riwayat menyebut 7 kali) untuk mendapatkan keridhaan allah swt.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala kemudian berkata kepada mereka (para malaikat), ” bangunlah oleh kalian di muka bumi sebuah rumah yang menjadi tempat kembali setiap makhluk yang Aku murka terhadapnya Dan ia mengelilinginya (tawaf) sebagaimana kalian lakukan di Arsy-Ku.
Maka, aku akan mengampuninya sebagaimana aku telah mengampuni kalian. Lalu para malaikat pun membangun Ka’bah.

2. Ka’bah dibangun oleh Nabi Adam AS.

Selain pendapat yang mengatakan bahwa Ka’bah dibangun oleh para malaikat jauh sebelum Proses penciptaan Adam, pendapat lain mengatakan bahwa Ka’bah sebenarnya dibangun oleh Nabi Adam AS.

Pendapat bahwa Sejarah Ka’bah dibangun sejak zaman Nabi Adam AS, datang dari Junaidi Halim dalam bukunya Mekah Madinah dan sekitarnya.

Beliau menjelaskan, bahwa Makkah adalah kota tertua di dunia, yang telah ada sejak zaman Nabi Adam AS dan cikal bakal Ka’bah sebagai tempat tawaf juga dibangun oleh Nabi Adam AS atas perintah Allah.

Pendapat tersebut sama dengan apa yang telah dikemukakan oleh seorang ahli tafsir, imam Al qurthubi. Mengacu pada ayat 96 surah al-‘imran. Imam Al qurthubi berpendapat bahwa Nabi Adam lah yang membangun Ka’bah pertama kali, sebagaimana Surat Ali Imron ayat 96:
” sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia”

3. Ka’bah dibangun oleh anak anak Nabi Adam AS.

Pendapat Ka’bah dibangun oleh anak-anak nabi Adam diriwayatkan oleh Al Azraqiy dan dan Wahb bin munabbih. Menurut as Suhailiy, yang membangun Ka’bah adalah Syits bin Adam AS

4. Ka’bah dibangun oleh Nabi Ibrahim AS bersama anaknya Ismail AS.

Untuk pendapat yang ke-4 ini allah yang paling masyhur dan banyak diikuti oleh para ulama, sejarah berdirinya ka’bah di mekah dimana Ka’bah dibangun oleh Nabi Ibrahim AS dan anaknya Ismail AS.

Hal ini juga dijelaskan serta diriwayatkan di dalam Alquran dan hadits yang menerangkan bahwa beliaulah yang membangun Ka’bah.

Ibnu katshir, setelah memastikan bahwa orang pertama yang membangun Ka’bah adalah Ibrahim dan Ismail, maka dia berkata ” tidak ada satupun riwayat yang sah dari Al Ma’shum (nabi) yang menjelaskan bahwa Ka’bah telah dibangun sebelum Al Kholil (ibrahim).

Nabi Ibrahim dibantu oleh Nabi Ismail memulai pembangunan ka’bah dengan membuat tinggi Ka’bah menjadi 9 Hasta, dan lebarnya 32 Hasta dari rukun Aswad sampai rukun syami, yang sisi nya terdapat Hijr Ismail.

Nabi Ibrahim melebarkan antara rukun syami dengan rukun garby (barat) menjadi 22 Hasta, dan antara rukun garby dengan rukun yamani menjadi 31 Hasta, serta antara rukun yamani dengan rukun Aswad menjadi 20 Hasta.

Demikianlah 4 riwayat yang menjelaskan sejarah pembangunan ka’bah. Semoga bermanfaat dan menambah kecintaan kita kepada Baitullah, tempat yang dimuliakan oleh Allah SWT. (penulis : Al-Hijaz Wisata)

Leave a Comment